Zukri Saad
IndonesiaAshoka Fellow sejak 1986

Zukri Saad, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) Indonesia, menggabungkan nilai-nilai dan visi menjadi kekuatan yang membawanya dan beberapa rekannya ke sebuah sekolah menengah kecil di Sumatera Barat.

Orang

Di ITB, Saad dikenal sebagai mesin ide yang menggerakkan sejumlah inisiatif mahasiswa. Dia adalah pemimpin dalam program yang menerapkan keterampilan tekniknya dan rekan-rekan mahasiswanya untuk mengembangkan dan memperkenalkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan penduduk desa di daerah tersebut. Keterampilan kepemimpinannya sedemikian rupa sehingga ia dapat membawa tujuh orang lain bersamanya dari kota perbukitan yang menarik di Jawa, Bandung, ke desa kecil di Sumatera Barat ini untuk membantunya dalam upaya ini.

Ide Baru

Saad mengusulkan untuk merevitalisasi masyarakat Kayutanam dengan memfokuskan kurikulum sekolah dan pengembangan masyarakat pada teknologi tepat guna terapan. Di sekolah menengah setempat dia mendemonstrasikan bagaimana siswa biasa dapat berkembang dalam hati dan tangan serta pikiran sehingga setelah lulus, mereka akan mampu menciptakan daripada mencari pekerjaan. Visi pendidikan ini tidak hanya memerlukan pembangunan pribadi secara keseluruhan, tetapi melakukannya sedemikian rupa sehingga lulusannya muncul dengan pemahaman dan kemampuan yang luar biasa luas dan terintegrasi untuk menangani lingkungan mereka. Selain revitalisasi pendidikan, Saad dan rekan-rekannya sedang mengembangkan dan memperkenalkan teknologi tepat guna ke desa dan masyarakat sekitarnya.

Masalah

Ketergantungan pada pekerjaan pemerintah telah secara efektif mencekik potensi kreatif tenaga kerja Indonesia. Menurut Saad, salah satu masalah fundamental negara terletak pada kecenderungan masyarakat untuk memandang kehidupannya atas dasar janji sempit birokrasi pemerintahan. Tantangan Saad adalah menumbuhkan kemandirian masyarakat Sumatera Barat di mana ia memfokuskan usahanya.

Strateginya

Kayutanam, meskipun hanya sedikit lebih dari cangkang sekolah beberapa tahun yang lalu, pernah terkenal dan masih memiliki sejumlah alumni yang kuat. Zukri Saad telah memenangkan dukungan mereka untuk visinya, sambil mendapatkan dukungan finansial yang penting untuk kesuksesan. Dia telah membangun kembali atmosfer sekolah yang kuat dengan banyak talenta muda di berbagai bidang mulai dari geofisika hingga seni rupa (lulusan universitas baru yang dia rekrut untuk membantunya) dan kurikulum baru yang inovatif yang menekankan pada keterampilan teknis. Saad dan kawan-kawan sedang mempersiapkan mahasiswa yang jumlahnya meningkat dari 120 menjadi 800 ini untuk menciptakan peluang bagi diri mereka sendiri. Dengan percobaan pendidikan inti yang sedang berlangsung, upaya Saad meluas ke masyarakat dan daerah sekitarnya. Aspek pengembangan masyarakat dari tujuannya mencakup beberapa proyek yang dirancang khusus untuk menumbuhkan dan memaksimalkan kontribusi perempuan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Saad dan rekan-rekannya telah membantu sekelompok wanita memulai industri baru dengan memproduksi minuman kelapa yang difermentasi untuk konsumsi luar. Selain itu, mereka memperkuat produksi keramik dan kerajinan lokal yang goyah dengan pinjaman dan pengaturan untuk ekspor. Upaya Saad memperkenalkan teknologi tepat guna sebagai stimulan kepada masyarakat ternyata lebih berhasil dibandingkan dengan reformasi pendidikan. Namun beberapa kemajuan signifikan telah dicapai, termasuk pembangunan masjid sekolah baru yang kini berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi para siswa. Masjid baru ini merupakan bukti nyata meningkatnya dukungan Saad dari para alumninya, baik secara moral maupun finansial. Dia telah membuka kantor cabang Biro Pengembangan INS Kayutanam di Jakarta untuk mempererat hubungan dengan alumni, dan dia menerbitkan buletin berkala untuk memperbaharui mereka tentang kegiatan INS.